Itama
  • Tentang Kami
  • Produk
  • Merek
  • Hubungan Investor
  • Karir
  • Berita
  • Kontak Kami
  • EN
  • ID
Pilih Laman

Feb 6, 2026

Virus Nipah pada Kelelawar di Indonesia
06 Februari 2026
Virus Nipah pada Kelelawar di Indonesia
Prof Tjandra Yoga Aditama
Prof Tjandra Yoga Aditama

Jakarta, 6 Februari 2026 – Kasus infeksi virus Nipah saat ini dilaporkan terjadi di India, meskipun sebelumnya juga pernah muncul di Malaysia, Singapura, Filipina, dan Bangladesh. Virus ini diketahui berasal dari kelelawar buah genus Pteropus, yang dapat menular ke manusia baik secara langsung maupun melalui makanan yang terkontaminasi. Meski hingga kini belum ada kasus pada manusia di Indonesia, penting bagi kita untuk memahami temuan ilmiah terkait keberadaan virus Nipah pada kelelawar di beberapa provinsi di Indonesia, berdasarkan penelitian para ahli dalam negeri.

Pertama, penelitian yang dilakukan oleh Indrawati Sendow, Atik Ratnawati, dan Trevor Taylor, yang dipublikasikan di jurnal internasional Plos pada Juli 2013 dengan judul “Nipah Virus in the Fruit Bat Pteropus vampyrus in Sumatera, Indonesia”, memberikan bukti molekuler pertama tentang keberadaan virus Nipah di Indonesia. Studi ini menunjukkan bahwa virus Nipah memang beredar di populasi kelelawar buah Pteropus vampyrus di Sumatera dan tidak berbeda secara genetik dengan virus yang ditemukan pada kelelawar jenis yang sama di Semenanjung Malaysia. Analisis lebih lanjut mengungkap bahwa sekuens nukleotida virus dari Indonesia dan Malaysia memiliki kesamaan yang lebih tinggi satu sama lain dibandingkan dengan sekuens virus dari Bangladesh atau India.

Kedua, penelitian yang dilakukan oleh Dimas Bagus Wicaksono Putro, Arief Mulyono, dan rekan-rekan meneliti 64 kelelawar buah dari pasar hewan di Yogyakarta (37 ekor) dan Magelang (27 ekor). Dari pemeriksaan mendalam, dua kelelawar di Magelang dinyatakan positif virus Nipah. Studi ini dipublikasikan di jurnal Emerging Infectious Diseases pada April 2025 dengan judul “Nipah Virus Detection in Pteropus hypomelanus Bats, Central Java, Indonesia”. Analisis filogenetik menunjukkan bahwa virus tersebut termasuk genotipe Malaysia dan berkerabat dekat dengan virus Nipah pada kelelawar Pteropus di Kamboja serta Pteropus hypomelanus di Thailand. Para peneliti menyimpulkan bahwa temuan ini mengindikasikan hubungan genetik yang kuat virus Nipah di Asia Tenggara dan kemungkinan adanya transmisi regional.

Ketiga, penelitian serologi yang dilakukan oleh Indrawati Sendow, Hume Field, dan rekan-rekan menunjukkan bahwa infeksi virus Nipah telah terjadi pada kalong (Pteropus vampyrus) di Indonesia, sedangkan pada ternak babi belum ditemukan bukti infeksi. Penelitian ini dipublikasikan dalam Indonesian Journal of Biology dengan judul “Seroepidemiologi Nipah Virus pada Kalong dan Ternak Babi di Beberapa Wilayah di Indonesia”. Para peneliti menegaskan bahwa ditemukannya reaktor Nipah pada kelelawar tetapi tidak pada babi tidak berarti ternak babi di Indonesia sepenuhnya aman dari risiko infeksi, sehingga kewaspadaan tetap diperlukan.

Seluruh temuan penelitian tersebut menegaskan pentingnya pendekatan Satu Kesehatan (One Health), yakni upaya terkoordinasi yang mengintegrasikan kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan kesehatan lingkungan dalam mencegah serta mengendalikan penyakit menular di Indonesia.

Prof Tjandra Yoga Aditama
Komisaris Utama PT Itama Ranoraya Tbk

< Latest Article
Back to News
Earlier Article >

Office 1

ITS Tower Lt. 21 Nifarro Park
Jl. KH. Guru Amin No. 18 Pasar Minggu
Jakarta Selatan, 12510,
Indonesia

Office 2

MT. Haryono Square Lt. I Unit 101
Jl. Otto Iskandardinata Raya No. 390
Jakarta Timur, 13330,
Indonesia

Kontak Kami

Phone : +62 21 2906 7207
Fax : +62 21 2906 7208
Whatsapp : 08 22 33 66 55
More Info : info@itama.co.id
Business Inquiries : busdev@itama.co.id

Terdaftar & Diawasi Oleh

Gakeslab

Temukan kami di:

© 2024 Copyright PT Itama Ranoraya
All rights reserved | Terms & Conditions